3 Kunci Berselancar di Dunia Maya

dunia maya
dunia maya
dunia maya

Menurut agent88bet dunia maya ialah dunia kita kini berbagi informasi. Kita tidak jarang terjebak dengan opini opini di dunia maya dari sekian banyak social account apapun itu. Kita dapat komen begini begitu sebatas ngasih opini, eh taunya terdapat yang tersindir. Kita dapat nulis sesuka hati di blog kita, di website, dimanapun tersebut dengan bumbu “nyebut merk” mengenai review yang menurut keterangan dari kita kurang, ee tau-tau tersebarbila kita dicap “penghujat” atau “pembully” atau “kena pasal perusakan limbah eh bukan perusakan nama baik”. Dulu banget nggak gini lah, komen sesuka hati masih bebas lepas, eh dulunya kapan? Jaman Majapahit belumterdapat gadget laksana sekarang, boro-boro handphone, tv, kirim surat masih mengamanatkan pada burung sarat cinta yakni merpati pos. Hehe

Ya, jaman telah berbeda. Kita berfikir, bikin kita, komen di media sosial, curhat ataupun beropini tersebut sah-sah saja, tapi anda nggakinginkan dong karena review kita, khalayak terdapat yang terganggu atautidak boleh sampai anda nggak tau bila kita sudah mengerjakan diluar batas kewajaran. Hmmm. Bisa jadi. Mau mengumpat, mereview atau mengkritiktersebut hak masing-masing orang, kita pun mempunyai maksud tersendiri melakukan tersebut entah berbagi pengalaman, meluapkan emosi, dll. Disini hipwee akan kupas tuntas teknik untuk aman bersosial media. Yuk baca ini guys

1. Dunia Maya dan Segala Merk guna Khalayak Umum
Kunci kesatu dan pasal kesatu bermedia sosial yakni kalau dapat jangan sebut merk tempat, nama, ras, agama yang berbau SARA karena tersebut sangat berbahaya. Tidak melulu kamu bakal dihajar tidak sedikit orang,anda juga dapat kena pasal hukum. Media sosial ialah sesuatu yang sensitif. Update berupa artikel setara sama mencatat di koran selebaran, mengirim surat lembaran untuk ratusan ribu sampai jutaan insan di bumi. Bayangkan anda sedang merancang naskah pidato di depan ribuan orang,tentu kamu akan memikirkan, apa artikel saya telah bagus, apa artikel saya akan menyindir di antara pihak, apakah artikel naskah saya telah bermanfaat untuk orang lain? Apakah “merk” yang saya sebutkan guna dikritik bakal menerima? Andaikan posisi mereka diputar menjadi posisiku, “merk” tersebut jadi menyindirku, apakah aku pun akan bermukim diam?

Ya. Lagi-lagi tidak terdapat yang benar ataupun salah. Cuma, anda harus hati-hati. Kalau telah hati-hati maka butuh lebih lebih dan lebih berhati-hati dalam mencatat di media sosial. Alih-alih mengupdate guna menjadikan diri sendiri tampak baik justeru menjadikan diri sendiritampak buruk.

Sebagai contoh:

Misalkan anda pernah nggak puas dengan pelayanan di sebuah lokasi tinggal sakit. Kita merasa “Kenapa sih bayar mahal, antri lama,sebenarnya ini Rumah Sakit Internasional kok begini, bla bla bla.” Boleh-boleh saja anda memberikan kritik dan saran pada pihat lokasi tinggal sakit melewati kotak saran atau email ke lokasi tinggal sakit tersebut. Andaikan anda menyebutkan di media sosial bakal menuai pro dan kontra yang dapat sampai anda dituntut oleh pihak lokasi tinggal sakittersebut sendiri.

2. Di Dunia Maya Seperti Kita Bicara Pada Diri Sendiri. Apa Benar?
Ya benar asalkan kedudukan sharingnya diolah menjadi privacy. Kalau belum privacy, berarti anda tetap bicara sama ratusan gundul atau seberapa tidak sedikit friends di sosial media kita, bergantung dari pengaturan untuk siapa anda akan bagikan. Kita bicara di dunia nyata saja telah disaring lebih dari 2x minyak penggorengan saja masih kadangterdapat yang salah paham, lagipula saat marah, mengumpat di media sosial lepas kendali seluruh keluar dapat sampai membina kebun hewan sendiri. Saling mengumpat dan sebagainya tersebut tidak berfungsi guys. Seseorang nggak jadi lebih baik melulu karena update menyalahkan orangbeda atau membawa masalah ke media sosial.

Misal nih “Ngeselin banget sih dia, ulangan aja nggak inginkan bagi-bagi” Lho, bila mengumpulkan masa bikin komen ke status tersebut salah besar, bila begini justeru yang update kedudukan dicap jadi tulang contek dong. Bisa jadi rekan yang nggak inginkan nyontekin mengajak ia secara halus “Belajar..belajar..jangan hanya nyontek melulu”.

3. Orang yang Dijelekkan di Dunia Maya Belum Tentu Jelek
Orang yang suka menghujat di media sosial tidak menunjukkan bila dirinya baik, justeru sebaliknya. Apalagi orang yang dihujat memilih no comment atau tidak membalasnya urusan tersebut akan menimbulkan pernyataan yangdapat jadi si pengupdate yang memang tukang menciptakan masalah. Nggak banget kan guys? So, berhenti memperburuk orang beda karena tersebut akan memperburuk dirimu sendiri. Kalau terdapat masalah, usahakandirundingkan dengan baik di dunia nyata ya, tidak boleh dibawa ke media sosial karena ingin memberikan masalah lebih bukan solusi. Misal nih adarekan kita yang punya masalah sama atasan, nggak seharusnya anda menjelek-jelekkan, tapi tolong ia biar ia dapat mengatasi masalahnya, kalaupun anda nggak dapat membantunya, lepas tanganlah dan tidak boleh ikut campur guys.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *