Kabbalah – Air Mancur Pemuda

Kami telah mencari "Fountain of Youth" untuk masa hidup. Kami telah mendengar kisah-kisah yang menceritakan tentang musim semi mistis yang memberikan pemuda kekal dan vitalitas bagi semua yang minum darinya. Ini barang dari dongeng. Atau itu?

Umur panjang fisik adalah topik panas hari ini. Anda membaca tentang berbagai teknologi yang menawarkan metode baru dan masuk akal seperti pengobatan regeneratif, kemajuan bio-teknologi, dan penelitian sel punca, yang memegang janji peningkatan rentang hidup saat kita mencari cara untuk menjadi abadi.

Dr Patrick Dixon menjelaskan dalam presentasinya berjudul Biotech / Genetic Revolution: Impact on Education and Aging, bahwa di Amerika saja ada 75.000 orang di atas usia 100 dan ada teknologi yang mampu meningkatkan jumlah itu menjadi lebih dari 140.000 dalam 5 berikutnya atau 6 tahun. Kemajuan medis ini telah digunakan untuk memperbaiki otak seseorang setelah stroke dan memperbaiki sumsum tulang belakang seseorang menggunakan jaringan sendiri.

Ide kami tentang masa remaja dulu adalah "sampai 18", tetapi sekarang bisa mencapai hingga 30 tahun atau lebih. Banyak dari kita yang memiliki anak tahu ini benar. Anak-anak kami pulang ke rumah di 33 dengan cucian di belakangnya ketika hal-hal tidak bekerja. Orang-orang menunggu lebih lama untuk memiliki anak, kadang-kadang bahkan sampai usia 40-an. Bahkan, secara biologis, kita 10 tahun lebih muda dari orang tua kita pada usia yang sama, dan gagasan "tetap muda selamanya" menjadi semakin nyata.

Tapi mengapa konsep keabadian fisik begitu menggoda? Mengapa orang ingin hidup selamanya? Mungkin, mereka dapat terus mengalami dunia dan semua kesenangan yang ditawarkannya. Namun, kebijaksanaan Kabbalah menjelaskan bahwa ada kekal kesenangan menanti kita, dan faktanya, kita tidak perlu memperpanjang umur tubuh fisik kita untuk mengalaminya.

Jalan Menuju Keabadian

Kabbalah disebut sebagai "kebijaksanaan yang tersembunyi" karena ia mengungkapkan bagian dari realitas yang tersembunyi dari panca indra kita. Sepanjang sejarah, penelitian ilmiah dan kemajuan selalu datang dari keinginan kita untuk mengetahui apa yang tersembunyi dari panca indra kita. Tetapi penelitian ilmiah hanya memperluas jarak dari indera kita melalui instrumen seperti mesin x-ray dan teleskop, namun tidak satu pun dari teknologi ini yang benar-benar meneliti sesuatu di luar persepsi panca indra.

Berbicara secara alitis, manusia itu seperti "kotak hitam", yang merasa, memahami, dan hanya merasakan apa yang masuk melalui lima "celah" -nya. Oleh karena itu, dalam semua penyelidikan kami, kami dibatasi oleh panca indera kami. Dan semua instrumen eksternal yang kita bangun, atau yang kita bangun di masa depan, tidak bisa lepas dari keterbatasan panca indra. Dengan demikian, untuk memahami di luar panca indra kita, kita harus belajar cara menciptakan "pembukaan" baru di dalam kotak, atau dengan kata-kata yang lebih sederhana, bagaimana mengembangkan perasaan baru.

Kabbalis menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk mengembangkan rasa yang mampu melihat dunia realitas yang lebih luas dan komprehensif, di luar ruang dan waktu. Kita dapat menyebutnya sebagai "jiwa," tetapi sebenarnya, ia bekerja seperti halnya perasaan lain, hanya pada tingkat kesadaran yang lebih tinggi, di luar yang berhubungan dengan tubuh fisik kita.

Ketika kita mulai merasakan diri kita melalui jiwa, kita akan menyadari bahwa kita benar-benar tidak perlu mencari cara untuk membuat tubuh kita hidup selamanya. Melalui jiwa, kita terhubung ke aliran hidup yang kekal, dan mengalami kesenangan dan sensasi yang jauh lebih besar daripada dunia panca indra kita.